Kepercayaan Diri merupakan suatu keyakinan dan sikap seseorang terhadap kemampuan pada dirinya sendiri dengan menerima  apa adanya baik positif maupun negatif yang dibentuk dan dipelajari melalui proses belajar dengan tujuan untuk kebahagiaan dirinya. Kurangnya rasa percaya diri dapat menghambat pemahaman peserta didik dalam proses kegiatan belajar mengajar. Kurangnya rasa percaya diri sering kali terlihat disaat peserta didik mengerjakan latihan soal maupun ketika menyampaikan pendapatnya. Ia takut apabila satu kelas akan mengolok-oloknya jika pendapat yang disampaikan jauh dari sempurna. Kadangkala gejala tidak percaya diri muncul dengan tiba-tiba, tanpa disadari oleh siswa ketika melakukan sesuatu sehingga siswa tersebut tidak bisa mengeluarkan kemampuannya secara optimal.

Kepercayaan diri adalah salah satu kunci kesuksesan. Seorang siswa yang tidak punya rasa percaya diri, akan menghambat perkembangan prestasi intelektual, keterampilan dan kemandirian serta membuat siswa tersebut tidak cakap bersosialisasi. Siswa tersebut kurang mempunyai keberanian untuk mengaktualisasikan dirinya dilingkungan sosial. Ketidakpercayaan diri membuat seseorang menjadi marah terhadap dirinya sendiri dan mengakibatkan terganggunya prestasi belajar. Sebagian besar siswa yang merasa gagal dengan prestasinya sulit untuk mengembangkan kepercayaan diri. Takut dengan tugas yang menantang, takut akan kegagalan, dan terbiasa dalam mengambil tugas yang tidak memiliki tantangan.

Dari permasalahan tersebut, adalah tugas guru untuk mampu menumbuhkan rasa kepercayaan diri siswa dalam proses belajar satu diantaranya adalah:
Memberikan pemahaman kepada siswa, bahwa ketidaksempurnaan dan kesalahan merupakan kunci belajar yang baik. Ketika guru menunjukkan bahwa hal itu adalah hal yang sangat manusiawi maka mereka tidak akan pernah merasa takut atau terancam jika berpartisipasi walaupun membuat ketidaksempurnaan dan kesalahan dan menunjukan langkah perbaikan yang harus ditempuh oleh peserta didik. Tindakan selanjutnya adalah membangun kepercayaan diri siswa.

 

 

 

Membangun kepercayaan diri bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan siswa yang tengah mengalami krisis kepercayaan diri terlebih setelah mengalami kegagalan dalam hidupnya. Selain itu juga banyak hal yang menyebabkan siswa menjadi tidak percaya diri. Namun semua penyebab itu tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak mau bangkit untuk siswa menggapai apa yang diinginkan. Bagaimana cara agar percaya diri dalam diri siswa bisa di dapatkan kembali setelah terjatuh dan gagal?

Nicholas Chandra, seorang siswa kls 6 Citra Montessori school yang setahun lalu merupakan siswa pindahan yang tidak naik kelas dari Sekolah terkenal di Citra Raya. Nicho mengalami krisis kepercayaan diri karena ketidak-naikkan kelasnya dan bulian teman-teman yang dulu.

Di sisi lain, Michael Andrew Wijaya di kelas yang sama adalah tergolong siswa yang pintar namun kurang percaya diri akan kemampuannya. Michael kurang mempunyai keberanian untuk mengaktualisasikan dirinya.

Bersyukur pada akhir bulan Juli 2019 Gramedia Citra Raya mengadakan GRAMEDIA MATH COMPETITIONS, sehingga mereka berdua bersama tiga teman yang lain kami motivasi untuk mengikutinya. Ternyata bukan saja diikuti oleh SD sekitar Citra Raya saja, namum juga diikuti SD dari Tiga Raksa. Pada babak penyisihan, Michael dan Nicholas berhasil masuk babak 10 Besar. Michael pada urutan ke-3, sedang Nicholas pada urutan ke-6. Tidak lupa saya sampaikan selamat dan ucapan motivasi: “Nah, ternyata kalian bisa … Kalian adalah Pemenang!” Bersyukur mereka lebih bersemangat, lebih antusias mendalami, menyukai pelajaran terutama pelajaran Matematika.

Buah Motivasi dan memberikan kesempatan untuk mengaktualisasikan diri menghasilkan pencapaian yang membanggakan dari seorang siswa yang gagal naik kelas dan kurang percaya diri menjadi seorang pemenang yang penuh percaya diri terbukti Michael menjadi juara-2 dan Nicholas juara ke-5 pada akhirnya.

Ya, kamu bisa!
Kalian adalah Pemenang